Vape Anda Sudah Dilekati Pita Cukai?



Bincang bersama Bea Cukai Papua minggu ketiga dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2018 di RRI Sorong pukul 08.00 WIT dengan narasumber Kepala Seksi Pabean dan Cukai, Indung Ferri W dan Kepala Seksi Penyidikan I, Rhein Albertus S. Topik yang diangkat adalah “Cukai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya”. Topik ini penting untuk diulas karena aturan baru tentang pengenaan cukai terhadap Vape dan sejenisnya baru saja dirilis dan mulai diterapkan pada tanggal 1 Oktober 2018 kemarin sehingga masih belum banyak masyarakat yang tahu tentang aturan baru ini. Padahal penggunaan vape sudah banyak di daerah Sorong ini. Salah satu fungsi Bea Cukai adalah revenue collector dimana bertanggung jawab untuk mengumpulkan penerimaan negara yang berasal dari bea masuk/keluar dan cukai. Banyak orang yang berbuat curang agar tidak dikenakan cukai, mulai dari membuat pita cukai palsu sampai tidak menggunakan pita cukai sama sekali padahal uang yang terkumpul tersebut akan dikembalikan ke masyarakat juga melalui program - program pemerintah seperti pembangunan infrastruktur dan bantuan kesehatan serta pendidikan.


Menurut UU nomor 39 Tahun 2007, Barang Kena Cukai terdiri dari:

1. Etil Alkohol (EA) atau Etanol

2. Minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA)

3. Hasil tembakau



Dialog berlangsung menarik dengan adanya banyak pertanyaan dari masyarakat Sorong dan sekitarnya melalui sambungan telepon. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat adalah mengapa barang - barang yang terkena cukai tidak sekalian dilarang saja padahal sudah jelas dampak negatifnya. Berkaitan dengan hal tersebut, hal ini berkaitan dengan Pasal 2 UU No. 39 Tahun 2007 tentang Sifat atau karakteristik Barang Kena Cukai, yaitu:

1. Konsumsinya perlu dikendalikan;

2. Peredarannya perlu diawasi;

3. Pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup; atau

4. Pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.



Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada industri rokok seperti petani dan buruh pabrik sehingga hal ini juga menjadi pertimbangan Pemerintah sembari mencari solusi terbaik untuk menangani hal ini. Pengenaan tarif cukai tidak selalu mendapatkan tanggapan negatif dari masyarakat, ada juga masyarakat yang menelepon untuk memberikan dukungan terhadap Bea Cukai dalam mengawal penerimaan negara demi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Ada juga pembahasan tentang tentang batasan barang kena cukai yang dibawa masuk ke Indonesia maksimal 200 batang sigaret, 25 batang cerutu, 100 gram tembakau iris/produk hasil tembakau lainnya, dan 1 liter minuman ber-alkohol. Nantikan Bincang bersama Bea Cukai Papua selanjutnya setiap hari Rabu jam 8 WIT di intip.in/rrisorong.

16 tampilan

KEMENTERIAN KEUANGAN

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

KANTOR WILAYAH KHUSUS PAPUA

Lokasi: Gedung Keuangan Negara, Jl. Basuki Rahmat KM 7, Kota Sorong, Papua Barat - 98416

Hubungi kami: (0951) 3123181 - kwbcpapua@customs.go.id

Intranet

Ikuti Kami

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook
  • Youtube
  • Lokasi

©2020 by Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua