Bincang bersama Bea Cukai Papua: Bea Cukai = Petugas Bandara?



Bincang bersama Bea Cukai Papua minggu kedua dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2018 di RRI Sorong pukul 08.00 WIT dengan narasumber Kepala Seksi Intelijen, Hembrand Dita A dan Kepala Seksi Fasilitas Kepabeanan, Zulfahmi. Topik yang diangkat adalah “Impor Barang Bawaan Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut”. Topik ini penting untuk diulas karena ternyata banyak juga warga Sorong dan sekitarnya yang pernah bepergian keluar negeri sehingga aturan - aturan yang harus mereka pahami perlu disosialisasikan melalui siaran radio ini. Salah satu fungsi Bea Cukai adalah revenue collector dimana bertanggung jawab untuk mengumpulkan penerimaan negara yang berasal dari bea masuk/keluar dan cukai. Banyak orang yang berbuat curang agar tidak dikenakan bea masuk saat di perbatasan padahal uang yang terkumpul tersebut akan dikembalikan ke masyarakat juga melalui program - program pemerintah seperti pembangunan infrastruktur dan bantuan kesehatan serta pendidikan. Selain itu impor yang berlebihan membuat iklim usaha dalam negeri menjadi lesu karena bersaing tidak sehat dengan barang - barang dari luar negeri sehingga pembatasan ini juga bermanfaat untuk melindungi pengusaha dalam negeri agar tetap berbisnis dengan baik. Dialog berlangsung menarik dengan adanya banyak pertanyaan dari masyarakat Sorong dan sekitarnya melalui sambungan telepon.



Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat adalah ketentuan harga barang bawaan penumpang maksimal yang bebas bea masuk seperti apa karena ada aturan terbaru terkait hal ini. Selain itu ada masyarakat yang bertanya tentang ketentuan barang larangan dan pembatasan yang pernah mereka alami apakah sudah sesuai atau belum. Keberadaan Kanwil DJBC Khusus Papua di kota Sorong masih belum banyak diketahui oleh masyarakat, terlihat dari penelepon yang mengira bahwa bea cukai ini sama dengan petugas bandara atau mengira bea cukai ini memeriksa seluruh barang yang ada di bandara. Bea Cukai bertugas di seluruh perbatasan dengan negara lain baik itu bandara, pelabuhan, pos lintas batas darat, dan kawasan - kawasan industri. Ketentuan impor barang bawaan penumpang juga mengalami perubahan peraturan menjadi PMK Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Impor dan Ekspor Barang yang dibawa penumpang dari awalnya maksimal 250 USD menjadi 500 USD per orang. Selain itu sudah tidak berlaku lagi aturan lama tentang istilah keluarga untuk barang pribadi penumpang. Selain itu ada penyederhanaan pengenaan tarif bea masuk menjadi tarif tunggal 10% dari sebelumnya disesuaikan per item barang. Ada juga tentang batasan barang kena cukai yang dibawa masuk ke Indonesia maksimal 200 batang sigaret, 25 batang cerutu, 100 gram tembakau iris/produk hasil tembakau lainnya, 1 liter minuman beralkohol, dan uang tunai 100 juta rupiah. Hal ini bertujuan untuk mencegah oknum - oknum yang memanfaatkan batas pembebasan untuk impor barang yang akan dijual lagi dengan cara yang tidak benar. Nantikan Bincang bersama Bea Cukai Papua selanjutnya setiap hari Rabu jam 8 WIT di intip.in/rrisorong.

17 tampilan

KEMENTERIAN KEUANGAN

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

KANTOR WILAYAH KHUSUS PAPUA

Lokasi: Gedung Keuangan Negara, Jl. Basuki Rahmat KM 7, Kota Sorong, Papua Barat - 98416

Hubungi kami: (0951) 3123181 - kwbcpapua@customs.go.id

Intranet

Ikuti Kami

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook
  • Youtube
  • Lokasi

©2020 by Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua