Bea meterai Rp 10.000 telah berlaku sejak 1 Januari 2021. Bagaimana nasib Rp 6.000 dan Rp 3.000 ?

Bea meterai Rp 10.000 telah berlaku sejak 1 Januari 2021. Dengan begitu, tarif bea meterai yang sebelumnya Rp 3.000 dan Rp 6.000 akan dihapuskan.


Meski begitu, sampai 31 Desember 2021 mendatang meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 masih bisa digunakan. Pemerintah akan memulai masa transisi bea meterai Rp 10.000 secara bertahap, sekaligus untuk menghabiskan stok bea meterai yang lama.


Dengan adanya aturan bea meterai Rp 10.000, ada syarat yang melekat jika ingin menggunakan kedua meterai lama, yakni nilainya minimal Rp 9.000. Setidaknya ada tiga cara agar meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 bisa dipakai selama masa transisi.


Pertama, menempelkan berdampingan satu lembar meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 dalam satu dokumen yang memerlukan meterai.


Kedua, menempelkan berdampingan dua lembar meterai Rp 6.000 dalam satu dokumen yang memerlukan meterai.


Ketiga, menempelkan berdampingan tiga lembar meterai Rp 3.000 dalam satu dokumen yang memerlukan meterai.


Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai ini juga merevisi batas minimal dokumen minimal dokumen yang memiliki nominal. Sebelumnya dokumen dengan nilai transaksi Rp250.000 sampai Rp1 juta diwajibkan bermaterai Rp3.000 dan Rp1 juta keatas bermaterai Rp6.000. Kini Pemerintah menyamakan peraturan minimal nominal transaksi hanya menggunakan bea materai Rp10.000 dalam dokumen yang wajib bermaterai.


37 tampilan0 komentar

KEMENTERIAN KEUANGAN

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

KANTOR WILAYAH KHUSUS PAPUA

Lokasi: Gedung Keuangan Negara, Jl. Basuki Rahmat KM 7, Kota Sorong, Papua Barat - 98416

Hubungi kami: (0951) 3123181 - kwbcpapua@customs.go.id

Intranet

Ikuti Kami

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook
  • Youtube
  • Lokasi

©2020 by Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua