ASISTENSI DAN BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN RISIKO



Pada tanggal 14-15 Maret 2018, Kanwil DJBC Khusus Papua mengadakan Asistensi dan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko di kota Sorong. Penerapan manajemen risiko adalah pelaksanaan dari PMK 171/PMK.01/2016 tentang Manajemen Risiko di LIngkungan Kementerian Keuangan. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari KPPBC dan PSO di wilayah Kanwil DJBC Khusus Papua. Pemateri dari kegiatan ini datang langsung dari Subdirektorat Manajemen Risiko, Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis, Kantor Pusat Bea dan Cukai.  Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kanwil DJBC Khusus Papua, Bapak Padmoyo Tri Wikanto.


Dalam sambutannya beliau berpesan agar seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan dengan baik sehingga pada saat kembali ke kantor masing – masing dapat membagi ilmu yang telah didapatkan kepada rekan – rekan kerja yang lain. Beliau juga meminta kepada pemateri agar contoh – contoh yang dipakai menggunakan kondisi yang benar – benar dihadapi oleh kantor Bea dan Cukai di wilayah kerja Kanwilsus Papua.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pengenalan manajemen risiko oleh Bapak Moch. Heru Subagyo selaku Kepala Seksi Pengendalian Risiko. Beliau menyampaikan dalam proses manajemen risiko, ada 7 tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

1.            Komunikasi dan konsultasi

2.            Penetapan konteks

3.            Identifikasi risiko

4.            Analisis risiko

5.            Evaluasi risiko

6.            Penanganan (mitigasi) risiko

7.            Pemantauan (monitoring) risiko


Proses Manajemen Risiko merupakan penerapan kebijakan, prosedur, dan praktik manajemen yang bersifat sistematis atas aktivitas bertahap yang diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan pencapaian sasaran organisasi dan peningkatan kinerja, mendorong manajemen yang proaktif dan antisipatif, memberikan dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan, meningkatkan efektivitas alokasi dan efisiensi penggunaan sumber daya organisasi, meningkatkan kepatuhan kepada regulasi dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan serta meningkatkan ketahanan organisasi.


Setelah pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan materi utama yang disampaikan oleh Bapak Budi Prasetiyo selaku Kepala Seksi Pemantauan Risiko. Materi – materi yang dibahas langsung dengan contoh – contoh dan langkah – langkah per tahapan. Diharapkan penyampaian materi yang detail ini bisa membuat peserta memahami dengan baik apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Kata kunci dalam manajemen risiko berurutan dari sebab, berlanjut ke kejadian, lalu diakhiri dengan dampak, jika kita mampu memahami konteks risiko berdasarkan urutan tersebut maka akan semakin mudah dalam penerapan manajemen risiko. Beliau juga menyampaikan bahwa manajemen risiko mempunyai manfaat yang penting bagi organisasi yaitu untuk mengurangi kejutan (surprises), meningkatkan kesempatan memanfaatkan peluang, meningkatkan kualitas perencanaan, meningkatkan pencapaian kinerja, meningkatkan hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, meningkatkan reputasi organisasi dan meningkatkan rasa aman bagi pimpinan dan seluruh pegawai serta meningkatkan akuntabilitas governance, dan organisasi.


Pada akhir asistensi, Bapak Moch. Heru Subagyo memberikan kesimpulan bahwa ada 5 penanganan atas risiko, yaitu: Mengurangi kemungkinan risiko, menurunkan dampak risiko, mengalihkan risiko, menghindari risiko, dan menerima risiko. Dari 5 penanganan tersebut, 2 yang disebutkan pertama adalah yang diutamakan.

35 tampilan

KEMENTERIAN KEUANGAN

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

KANTOR WILAYAH KHUSUS PAPUA

Lokasi: Gedung Keuangan Negara, Jl. Basuki Rahmat KM 7, Kota Sorong, Papua Barat - 98416

Hubungi kami: (0951) 3123181 - kwbcpapua@customs.go.id

Intranet

Ikuti Kami

  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook
  • Youtube
  • Lokasi

©2020 by Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua